Kopi Gayo adalah kopi arabika yang tumbuh pada ketinggian 1200 mdpl keatas, meliputi tiga wilayah kabupaten kopi di tengah Provinsi Aceh. Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues merupakan dataran tinggi di Aceh yang subur karena dikelilingi gunung berapi. Tanahnya kaya hara dan iklimnya merupakan iklim optimal untuk pertumbuhan kopi arabika Gayo. Banyak yang menyebutkan bahwa Gayo adalah "Tanah Surganya Arabika".

Bismillah,
Siti Kewe kunikahen ko orom kuyu
Wih kin walimu
Tanoh kin saksimu
Lo ken saksi kalammu
(Bismillah,
Siti Kawa (nama kopi) kunikahkan engkau dengan angin,
Air sebagai walimu
Tanah sebagai saksimu
Matahari sebagai saksi kalammu)
Artinya, kopi Gayo sudah disatukan dengan angin, air, tanah, dan matahari sebagai sebuah ikatan Sunatullah seperti sebuah perkawinan yang suci. Dalam kehidupan sosial masyarakat Gayo, kopi arabika Gayo merupakan sumber utama ekonomi. Hampir satu juta penduduk gayo di tiga kabupaten, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues bergantung pada kopi, sehingga dikenal sebutan, "Ara kupi ara cerite" yang berarti ada kopi ada cerita.
Kopi Gayo sudah diekspor sejak era kolonial Belanda hingga kini. Pasar terbesar ke Amerika, Erofa, Jepang, Korea dan China. Dengan nilai ekspor trilyunan setiap tahunnya. Kopi Gayo memiliki dua ciri khas yang terkenal di perdagangan kopi dunia. Rasa dan aroma, dua karakter ini selalu ditemukan pada kopi Gayo. Oleh karena itu, kopi Gayo sering dipakai sebagai bahan campuran kopi dunia, seperti sebuah penyedap.
Penikmat kopi mengenalan kopi Gayo dengan baik karena rasanya yang lembut, aromanya yang kuat, dan keasamannya yang rendah.
Kualitas ini berasal dari pertumbuhannya di dataran tinggi dengan tanah vulkanik yang subur, yang meningkatkan profil uniknya. Kopi Gayo memiliki ciri khas unik, yaitu menghasilkan profil rasa yang berbeda di ketinggian yang berbeda. Pada kopi Gayo sering ditemukan rasa herbal, rasa cokelat, pahit, manis, rasa kacang kacangan, dan rasa buah dengan keutamaan rasa caramel.

Ciri rasa kopi Gayo:
1. Keasaman: Rendah, memberikan kecerahan lembut tanpa ketajaman, halus, dan lembut di langit-langit mulut.
2. Body: Penuh (kekentalan), berat, dan manis
Varian rasa kopi Gayo
Natural Process: Memberikan rasa buah yang manis (fruity seperti buah beri), sirup, dan aroma yang sangat kuat.
Honey Process: Menghasilkan rasa manis seperti karamel, brown sugar, dan after taste yang menyerupai madu.
Wine Process: Proses fermentasi ini memunculkan sensasi rasa menyerupai anggur (fermentasi buah), berry, dan tingkat keasaman yang lebih hidup.
Robusta Gayo: dominan rasa dark chocolate, karamel, cedar wood, dan sentuhan rempah.
Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *